Berita / LEBIH DARI 9,5 JUTA PORSI TAKJIL TERDISTRIBUSI DI DUA MASJID SUCI SELAMA AWAL RAMADAN
16 Mar 2026

LEBIH DARI 9,5 JUTA PORSI TAKJIL TERDISTRIBUSI DI DUA MASJID SUCI SELAMA AWAL RAMADAN

Image LEBIH DARI 9,5 JUTA PORSI TAKJIL TERDISTRIBUSI DI DUA MASJID SUCI SELAMA AWAL RAMADAN News

Memasuki dekade pertama Ramadan 1447 Hijriah, denyut layanan operasional di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berdenyut kencang. Otoritas pengelola dua masjid suci mencatat angka pelayanan yang spektakuler, dengan lebih dari 9,5 juta porsi makanan berbuka puasa telah dibagikan kepada para jemaah.

Badan Umum Pengelola Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, seperti dilaporkan media lokal Alyaum.com, merilis data yang menggambarkan skala operasional masif yang dijalankan untuk memastikan kenyamanan jutaan umat Islam yang memadati dua tanah suci sejak awal bulan puasa.

Total sebanyak 9.581.735 porsi hidangan berbuka telah didistribusikan di pelataran dan lorong-lorong Masjidil Haram di Makkah serta Masjid Nabawi di Madinah. Layanan ini merupakan bagian dari sistem terpadu yang dirancang untuk memfasilitasi pelaksanaan ibadah di tengah suasana yang aman, khusyuk, dan tertib.

Otoritas setempat menegaskan bahwa seluruh proses penyediaan konsumsi tersebut telah melalui standar mutu dan keselamatan pangan yang ketat. Hal ini menjadi prioritas utama seiring dengan lonjakan signifikan jumlah jemaah umrah dan pengunjung yang memadati kawasan Haramain selama bulan Ramadan.

Selain hidangan berbuka, kebutuhan vital akan air Zamzam juga tercatat dalam volume luar biasa. Selama periode yang sama, konsumsi air Zamzam—baik dalam kondisi dingin maupun suhu normal—menyentuh angka 15.333 meter kubik. Pasokan dalam jumlah besar ini disiapkan untuk menyegarkan dahaga jutaan jemaah yang beribadah di dua masjid suci tersebut.

Tak hanya urusan konsumsi, aspek bimbingan dan manajemen massa pun menjadi sorotan. Sebanyak 586.881 pengunjung dilaporkan telah memanfaatkan layanan para pemandu. Para petugas lapangan yang bertugas dibekali kemampuan komunikasi multibahasa untuk memberikan arahan serta menjawab pertanyaan jemaah dari berbagai penjuru dunia dengan cepat dan tepat.

Perhatian khusus juga tercurah bagi kelompok rentan. Di Masjidil Haram, payung layanan diperluas untuk merangkul para lansia dan penyandang disabilitas. Mobilitas mereka dimudahkan dengan penyediaan layanan kereta dorong yang telah dimanfaatkan oleh 332.022 penerima manfaat, memungkinkan mereka menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tenang. Sementara itu, sebanyak 104.159 jemaah lainnya telah menuntaskan rangkaian umrah mereka dengan memanfaatkan layanan tahalul gratis yang disediakan.

Rentetan angka tersebut tidak sekadar data, melainkan sebuah potret utuh tentang intensitas dan dedikasi layanan operasional di Haramain selama fase awal Ramadan. Ketika arus jemaah meningkat drastis dibanding hari biasa, dua masjid suci bertransformasi menjadi simpul pelayanan raksasa yang berusaha memadukan aspek spiritual, logistik, dan kemanusiaan.

Whatsapp Chat Admin