Berita / JANGAN JADI ORANG YANG BANGGA DENGAN DOSANYA SENDIRI
08 May 2026

JANGAN JADI ORANG YANG BANGGA DENGAN DOSANYA SENDIRI

Image JANGAN JADI ORANG YANG BANGGA DENGAN DOSANYA SENDIRI News

Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah menutupi aib dan dosa yang dilakukan secara diam-diam. Betapa banyak manusia yang bermaksiat, tetapi Allah masih menjaga kehormatannya di hadapan orang lain. Namun ada sebagian orang yang justru membuka sendiri dosa yang sudah Allah tutupi. Mereka menceritakan maksiatnya dengan bangga, menjadikannya candaan, bahkan mengunggahnya ke media sosial seolah itu sesuatu yang biasa. Padahal dalam Islam, perbuatan seperti ini disebut mujaharah, yaitu bermaksiat secara terang-terangan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seluruh umatnya akan mendapat ampunan kecuali orang-orang yang terang-terangan dalam berbuat dosa. Bentuknya bukan hanya melakukan maksiat di depan umum, tetapi juga menceritakan dosa yang sebenarnya sudah Allah tutupi. Seseorang berbuat dosa di malam hari, lalu pagi harinya berkata kepada orang lain, “Tadi malam aku melakukan ini dan itu.” Padahal Allah telah menutupinya.

Bahaya dari membuka maksiat bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga merusak orang lain. Ketika dosa diumbar, orang lain bisa ikut penasaran, menganggapnya normal, bahkan terdorong untuk meniru. Inilah sebabnya para ulama menjelaskan bahwa terang-terangan dalam dosa bisa membuat dosa kecil menjadi besar, karena dampaknya menyebarkan kemungkaran di tengah manusia.

Islam tidak pernah mengajarkan manusia untuk memamerkan dosa. Jika terjatuh dalam maksiat, maka tutupilah dengan taubat, istighfar, dan perbaikan diri. Mengakui dosa kepada Allah dalam sujud jauh lebih mulia daripada mencari perhatian manusia dengan menceritakan kemaksiatan sendiri. Selama seorang hamba masih mau bertaubat, pintu ampunan Allah tetap terbuka sangat luas.

Maka jangan sampai kita menjadi orang yang kehilangan rasa malu terhadap dosa. Karena ketika hati sudah terbiasa bangga dengan maksiat, itu tanda yang sangat berbahaya. Jika hari ini Allah masih menutupi aib kita, bersyukurlah dan gunakan kesempatan itu untuk berubah. Sebab orang yang diam-diam menyesali dosanya lebih dekat kepada ampunan Allah daripada orang yang terang-terangan memamerkan kemaksiatannya di hadapan manusia.

 

Sumber : https://muslim.or.id/19714-mujahirin-orang-yang-bermaksiat-terang-terangan.html

Whatsapp Chat Admin