KEHIDUPAN DI DUNIA: NIKMAT ATAU UJIAN?
Kehidupan dunia sering kali dipenuhi berbagai kenikmatan yang membuat manusia merasa nyaman dan bahagia. Harta, kesehatan, keluarga, pekerjaan, serta berbagai kesenangan lainnya merupakan hal yang dapat dinikmati selama hidup. Namun, Islam mengingatkan bahwa kehidupan dunia tidaklah kekal. Manusia tidak seharusnya terlena dengan kenikmatan dunia hingga melupakan kehidupan akhirat yang bersifat kekal.
Al-Qur’an menggambarkan kehidupan dunia sebagai permainan dan senda gurau, sedangkan kehidupan akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam QS. Al-An’am ayat 32, Allah SWT mengingatkan manusia untuk menyadari bahwa dunia memiliki batas dan akan berakhir. Karena itu, manusia perlu bertanya kepada dirinya sendiri apakah kehidupan yang dijalani sudah memiliki tujuan yang jelas dan apakah sudah mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.
Di sisi lain, kehidupan dunia merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 28, Allah mengingatkan bahwa Dia-lah yang menghidupkan manusia, kemudian mematikannya, lalu menghidupkannya kembali dan kepada-Nya manusia akan dikembalikan. Kehidupan menjadi sumber berbagai kenikmatan yang dapat dirasakan manusia. Oleh sebab itu, keberadaan kita di dunia seharusnya disyukuri dan digunakan untuk melakukan kebaikan.
Namun, dunia juga dapat menjadi ujian. Seseorang mungkin tetap rajin beribadah ketika memperoleh kesehatan, kekayaan, atau keberhasilan, tetapi kehilangan semangat ketika menghadapi kesulitan. QS. Al-Hajj ayat 11 menggambarkan orang yang beribadah seolah-olah hanya ketika mendapatkan keuntungan. Ketika cobaan datang, ia justru berpaling. Hal ini menunjukkan bahwa keimanan seseorang diuji bukan hanya ketika mendapatkan kesenangan, tetapi juga ketika menghadapi musibah dan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.
Dengan demikian, kehidupan dunia tidak tepat jika hanya dipandang sebagai kenikmatan ataupun ujian semata. Dunia adalah nikmat yang harus disyukuri sekaligus ujian yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Setiap keberhasilan hendaknya membuat manusia semakin bersyukur, sementara setiap kesulitan seharusnya menjadi kesempatan untuk bersabar dan semakin mendekat kepada Allah SWT. Dengan menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat, kehidupan yang sementara ini dapat menjadi bekal menuju kehidupan yang kekal.
Sumber : https://jakarta.nu.or.id/keislaman/kehidupan-di-dunia-nikmat-atau-ujian-vh25v