Berita / KHAIRUDDIN BARBAROSSA: LAKSAMANA MUSLIM PENGUASA LAUT MEDITERANIA
07 Jul 2026

KHAIRUDDIN BARBAROSSA: LAKSAMANA MUSLIM PENGUASA LAUT MEDITERANIA

Image KHAIRUDDIN BARBAROSSA: LAKSAMANA MUSLIM PENGUASA LAUT MEDITERANIA News

Khairuddin Barbarossa, yang juga dikenal sebagai Hayreddin Pasha, merupakan salah satu laksamana terbesar dalam sejarah Kekaisaran Utsmaniyah. Ia lahir sekitar tahun 1470-an di Pulau Lesbos, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah. Julukan "Barbarossa" berasal dari bahasa Italia yang berarti "Janggut Merah", awalnya disematkan kepada kakaknya, Oruç Reis, sebelum akhirnya juga melekat pada dirinya. Sejak muda, Khairuddin telah mengarungi lautan bersama saudara-saudaranya hingga dikenal sebagai pelaut yang tangguh dan berpengalaman.

Setelah gugurnya Oruç Reis pada tahun 1518, Khairuddin mengambil alih kepemimpinan armada dan berhasil mempertahankan Aljazair dari ancaman Spanyol. Ia kemudian menyerahkan wilayah tersebut ke bawah perlindungan Sultan Utsmaniyah, sehingga Aljazair resmi menjadi bagian dari kekaisaran. Berkat keberhasilannya itu, Sultan Sulaiman al-Qanuni mengangkatnya sebagai Kapudan Pasha atau laksamana agung angkatan laut Utsmaniyah pada tahun 1533.

Prestasi terbesar Khairuddin Barbarossa terjadi pada tahun 1538 dalam Pertempuran Preveza. Menghadapi armada Liga Suci yang dipimpin oleh Andrea Doria, ia berhasil memenangkan pertempuran melalui strategi dan manuver laut yang sangat efektif. Kemenangan tersebut menjadikan armada Utsmaniyah sebagai kekuatan laut paling dominan di Laut Mediterania selama lebih dari tiga dekade. Keberhasilan ini juga mengukuhkan nama Khairuddin sebagai salah satu ahli strategi maritim terbaik sepanjang sejarah.

Selain memimpin berbagai operasi militer, Khairuddin juga berperan penting dalam menjaga jalur perdagangan dan memperluas pengaruh Utsmaniyah di kawasan Mediterania. Ia memimpin ekspedisi ke berbagai wilayah seperti Italia, Tunisia, dan pesisir Spanyol, serta menjalin kerja sama militer dengan Prancis untuk menghadapi musuh bersama. Kepemimpinannya tidak hanya membawa kemenangan di medan perang, tetapi juga memperkuat posisi politik dan ekonomi Kekaisaran Utsmaniyah di Eropa dan Afrika Utara.

Khairuddin Barbarossa wafat pada tahun 1546 di Konstantinopel, yang kini dikenal sebagai Istanbul. Hingga saat ini, ia dikenang sebagai simbol kejayaan angkatan laut Utsmaniyah dan salah satu laksamana terbesar dalam sejarah dunia. Warisan kepemimpinan, keberanian, serta kecerdasannya dalam menyusun strategi laut masih dipelajari di berbagai akademi militer dan menjadi inspirasi bagi perkembangan ilmu kemaritiman modern.



Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Khairuddin_Barbarossa

 

Whatsapp Chat Admin