Berita / KISWAH DAN KETELITIANl: MERAWAT MAHKOTA KA'BAH SEPANJANG TAHUN
30 Mar 2026

KISWAH DAN KETELITIANl: MERAWAT MAHKOTA KA'BAH SEPANJANG TAHUN

Image KISWAH DAN KETELITIANl: MERAWAT MAHKOTA KA'BAH SEPANJANG TAHUN News

Di sudut timur Masjidil Haram, sebuah bangunan berselimut hitam dengan sulaman emas berdiri megah, menjadi pusat orientasi umat Islam di seluruh dunia. Ia adalah Kakbah, dan kain penutupnya yang dikenal sebagai Kiswah bukan sekadar lembaran tekstil, melainkan mahakarya peradaban yang dirawat dengan presisi tinggi sepanjang tahun oleh otoritas Arab Saudi.

Otoritas Umum Perawatan Dua Masjid Suci memastikan bahwa kain yang memiliki berat sekitar 1,4 ton dan disulam dengan 68 ayat suci Al-Qur’an menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat ini, berada dalam kondisi prima setiap saat. Perawatan harian menjadi ritual wajib yang dilakukan oleh tim ahli, termasuk mereka yang telah mengabdi hingga nyaris tiga dekade.

“Setiap hari, tim kami memeriksa seluruh bagian kiswah, termasuk cincin pemasangannya,” demikian pernyataan resmi otoritas yang dikutip dari kantor berita Saudi, SPA. “Jika ditemukan satu saja celah atau potensi masalah, maka akan segera ditangani dengan standar presisi tertinggi dan kinerja terbaik dalam waktu singkat.” Perawatan rutin ini mencakup pembersihan menyeluruh dan pengencangan kain dari seluruh sisi agar tetap sempurna membalut struktur bangunan suci tersebut.

Tradisi Pengangkatan dan Perlindungan di Musim Haji

Menjelang musim haji, saat jutaan umat Islam membanjiri area tawaf, praktik unik kembali dilakukan: bagian bawah Kiswah diangkat ke atas. Tradisi ini bukanlah ritual ibadah, melainkan langkah perlindungan strategis. Kepadatan jemaah yang luar biasa berisiko merusak kain dan sulamannya. Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi antisipasi terhadap perilaku sebagian jemaah yang kerap mencoba memotong bagian kain Kiswah untuk dibawa pulang sebagai cendera mata.

Ritual Tahunan: Pelepasan dan Pemasangan di Awal Tahun

Puncak dari rangkaian perawatan adalah penggantian Kiswah lama dengan yang baru, sebuah prosesi khidmat yang digelar setiap 1 Muharam, menandai awal tahun Hijriah. Pada 29 Zulhijah tahun ini, setelah salat Asar, ornamen emas dari Kiswah lama akan dilepas. Keesokan harinya, tepat 1 Muharam 1447 H, Kiswah baru yang telah disiapkan selama setahun penuh akan dikenakan.

Proses pembuatan Kiswah baru ini merupakan sebuah epik industri seni religi. Selama 11 bulan, di Kompleks Raja Abdulaziz, Umm Al-Jud, Makkah, para perajin melewati tujuh tahap utama. Dimulai dari pemurnian air, pencucian dan pewarnaan sutra, penenunan, pencetakan ayat suci, penyulaman dengan benang emas, hingga perakitan 47 lembar kain sutra hitam menjadi satu kesatuan yang utuh.

Simbol Perhatian dan Kemajuan

Perawatan Kiswah dan Kakbah secara menyeluruh adalah bagian tak terpisahkan dari program pemerintah Raja Salman, di bawah arahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Ini bukan hanya soal memelihara bangunan, tetapi juga menjaga simbol ketenangan dan spiritualitas bagi umat Islam dunia.

Kantor Pengelola Proyek Kementerian Keuangan turut mengawasi setiap detail pemeliharaan, memastikan penggunaan teknologi terkini berstandar internasional. Pengawasan yang sama juga diterapkan pada proyek-proyek besar lainnya, seperti perluasan area mataf (area tawaf) di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah. Bahkan, pekerjaan pemeliharaan langsung pada elemen struktur Kakbah pernah diawasi pada tahun 1440 H dan 1442 H lalu.

Dengan perpaduan antara ketelitian tradisi dan kecanggihan teknologi modern, Kiswah tetap berdiri kokoh membalut Kakbah—sebuah mahkota abadi yang terus dijaga kehormatannya sepanjang masa.

Whatsapp Chat Admin