MENGAPA DOA TIDAK KUNJUNG DIKABULKAN
Doa adalah ibadah yang sangat dicintai Allah. Setiap Muslim dianjurkan untuk memohon kepada-Nya kapan saja, karena Allah tidak pernah bosan mendengar doa hamba-hamba-Nya. Meski begitu, banyak orang bertanya-tanya mengapa doa mereka belum juga dikabulkan, padahal mereka merasa telah berusaha maksimal dalam berdoa.
Salah satu sebab doa tampak tertahan adalah adanya kekurangan pada doa itu sendiri atau pada diri yang berdoa. Bisa jadi hati tidak hadir, lisan sekadar mengucap tanpa kesungguhan, atau permintaannya tidak pantas. Termasuk juga ketika seseorang terjerumus dalam maksiat namun tidak berusaha meninggalkannya. Keadaan seperti ini dapat menjadi penghalang doa.
Penghalang lain adalah ketika seseorang berdoa meminta sesuatu, tetapi tidak mengambil sebab atau usaha menuju apa yang diminta. Seseorang yang berdoa agar diberi rezeki namun enggan bekerja, atau berharap lulus ujian namun tidak belajar, tentu tidak sejalan dengan sunnatullah. Usaha tetap menjadi bagian dari adab berdoa. Selain itu, memakan makanan haram atau rezeki yang tidak jelas juga menjadi faktor menghambat terkabulnya doa.
Perlu dipahami bahwa tidak dikabulkannya doa secara langsung bukan berarti doa itu sia-sia. Doa bisa dikabulkan dengan tiga cara: langsung dikabulkan, ditunda sampai waktu terbaik, atau diganti dengan kebaikan lain yang lebih bermanfaat. Bahkan bisa jadi doa itu disimpan oleh Allah sebagai pahala besar di hari akhir. Semua cara Allah adalah kebaikan bagi hamba-Nya.
Kesimpulannya, doa harus disertai hati yang bersih, usaha yang sesuai, menjauhi yang haram, dan penuh keyakinan kepada Allah. Jika doa belum terwujud, bukan berarti Allah tidak mendengar. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan waktu terbaik atau bentuk jawaban yang lebih mulia. Yang terpenting adalah tetap berdoa, memperbaiki diri, dan yakin bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang paling baik bagi kita.
Sumber :
https://muslim.or.id/74825-mengapa-doaku-tidak-kunjung-dikabulkan.html