Berita / MENYELAMI KEMULIAAN ALLAH SWT: BUKTI AGUNG DARI AL-QUR'AN DAN HADITS
16 Jul 2026

MENYELAMI KEMULIAAN ALLAH SWT: BUKTI AGUNG DARI AL-QUR'AN DAN HADITS

Image MENYELAMI KEMULIAAN ALLAH SWT: BUKTI AGUNG DARI AL-QUR'AN DAN HADITS News

Dalam ajaran Islam, mengenal Allah SWT (makrifatullah) adalah fondasi utama keimanan. Salah satu sifat Allah yang paling menonjol dan sering disebutkan dalam berbagai literatur Islam adalah Al-Karim (Maha Mulia) dan Al-Jalil (Maha Agung). Kemuliaan Allah SWT bukanlah sekadar konsep abstrak, melainkan realitas absolut yang tercermin dalam firman-Nya, sabda Rasulullah SAW, serta hamparan alam semesta.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai betapa mulianya Allah SWT berdasarkan sumber-sumber yang sahih dan kredibel.

1. Kemuliaan Allah dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an adalah sumber utama yang secara eksplisit menegaskan kemuliaan Allah SWT. Allah adalah pemilik kemuliaan yang mutlak, dan seluruh makhluk tunduk di bawah keagungan-Nya.

Pemilik Kemuliaan yang Hakiki (Al-Karim):

Dalam Surah Al-Infitar ayat 6, Allah SWT berfirman:

"Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Mulia?" (QS. Al-Infitar: 6)

Ayat ini mengingatkan manusia akan kemuliaan Allah yang melimpah, di mana Dia tetap memberikan nikmat bahkan kepada hamba yang sering lalai.

Pemilik Keagungan dan Kemuliaan (Dzul-Jalali wal-Ikram):

"Maha Suci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan." (QS. Ar-Rahman: 78)

Para ahli tafsir (seperti Ibnu Katsir) menjelaskan bahwa Dzul-Jalali wal-Ikram berarti Allah adalah Dzat yang berhak untuk diagungkan, ditaati, dan tidak didurhakai, sekaligus Dzat yang menghujani makhluk-Nya dengan kemuliaan dan kebaikan.

2. Kemuliaan Allah dalam Hadits Rasulullah SAW

Rasulullah SAW sebagai penyampai wahyu sering kali menggambarkan betapa mulia dan pemurah-Nya Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Kemuliaan Allah sering kali dikaitkan dengan sifat-Nya yang Maha Pengampun dan Maha Memberi.

Allah Malu Menolak Doa Hamba-Nya:

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Suci dan Maha Tinggi itu Pemalu dan Maha Mulia. Dia malu terhadap hamba-Nya apabila hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong." (HR. Abu Dawud no. 1488, shahih)

Hadits ini menunjukkan betapa mulianya Allah; Dia merasa "malu" jika tidak mengabulkan atau memberikan kebaikan kepada hamba yang memohon kepada-Nya.

Kasih Sayang yang Mendahului Murka-Nya:

Dalam hadits Qudsi yang sangat populer, Allah SWT menegaskan:

"Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku." (HR. Bukhari & Muslim)

Ini adalah bukti kemuliaan spiritual tingkat tinggi, di mana pintu maaf senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya.

Kesimpulan

Kemuliaan Allah SWT adalah kemuliaan yang mutlak, abadi, dan tidak bertepi. Dari Al-Qur'an kita belajar tentang status-Nya yang Maha Tinggi, dari Hadits kita memahami betapa lembut dan pemurahnya Dia kepada manusia, dan dari alam semesta kita melihat bukti nyata keagungan-Nya.

Mengenal betapa mulianya Allah SWT sepatutnya melahirkan rasa runtuh (tawadhu) dalam diri manusia, menjauhkan dari sifat sombong, serta meningkatkan rasa cinta dan harap hanya kepada-Nya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT.

Whatsapp Chat Admin