Di tengah hiruk-pikuk kota suci Madinah yang dipenuhi jutaan peziarah dari seluruh dunia, secercah kehangatan Nusantara hadir melalui aroma rempah yang khas. Bagi jemaah asal Indonesia yang tengah merindukan cita rasa masakan rumah, berburu kuliner khas daerah menjadi aktivitas yang tak kalah penting dari ibadah. Salah satu primadona yang berhasil mencuri perhatian adalah hidangan khas Sunda, yang menyajikan kelembutan rasa dan kesederhanaan yang elegan.
Berlokasi tidak jauh dari kawasan pemukiman utama jemaah Indonesia di sekitar Markazia dan Abu Marwa, sederet rumah makan Sunda hadir menawarkan oase kuliner di tengah padatnya aktivitas ibadah. Lebih dari sekadar tempat mengisi perut, restoran-restoran ini menjadi ruang nostalgia, di mana setiap suapan membawa kenangan akan kampung halaman.
Sajian Hijau yang Menyejukkan Jiwa
Memasuki restoran Sunda di Madinah, pengunjung akan segera disambut dengan konsep terbuka yang khas. Meski tidak berada di tengah hamparan sawah, tata ruang yang lapang dan sentuhan dekorasi anyaman bambu serta tanaman hijau berhasil menciptakan atmosfer yang adem dan homey. Suasana ini menjadi kontras yang menenangkan dari padatnya Kota Nabi.
Menu andalan tentu saja adalah sajian khas tanah Pasundan. Nasi timbel yang dibungkus daun pisang, mengeluarkan aroma harum yang khas saat dibuka. Hidangan pendampingnya pun tak kalah memikat. Ikan bakar, terutama ikan nila atau gurame, menjadi primadona. Dibakar dengan sempurna, dilumuri bumbu kuning atau kecap manis yang meresap hingga ke dalam serat daging, ikan ini disajikan di atas piring panas (sizzling) bersama dengan sambal terasi yang pedas menggugah selera.
Tak lengkap rasanya bersantap Sunda tanpa kehadiran lalapan segar: mentimun, daun kemangi, selada, dan kol muda yang renyah. Kemangi dengan aromanya yang khas mampu membangkitkan selera makan. Tumis kangkung atau cah kangkung terasi juga menjadi pilihan sayur yang paling banyak dicari, dengan tingkat kematangan yang pas dan rasa gurih yang kuat. Untuk menemani kehangatan, es teh manis atau es jeruk nipis segar menjadi pelepas dahaga yang ideal setelah seharian beraktivitas.
Harga Bersahabat di Negeri Orang
Salah satu pertimbangan utama para peziarah adalah harga. Kabar baiknya, menikmati kemewahan rasa Sunda di Madinah masih terbilang ramah di kantong. Berikut adalah perkiraan harga untuk beberapa menu populer (harga dapat berubah sewaktu-waktu dan berbeda antar restoran):
-
Nasi Timbel (dengan lauk pilihan seperti ayam goreng/ayam bakar): Mulai dari SAR 25 – SAR 35 (sekitar Rp 100.000 – Rp 140.000).
-
Ikan Nila Bakar / Gurame Bakar: Mulai dari SAR 45 – SAR 70 (sekitar Rp 180.000 – Rp 280.000) tergantung ukuran.
-
Tumis Kangkung / Cah Kangkung: Mulai dari SAR 15 – SAR 25 (sekitar Rp 60.000 – Rp 100.000).
-
Tahu/Tempe Goreng: Mulai dari SAR 10 – SAR 15 (sekitar Rp 40.000 – Rp 60.000).
-
Sambal dan Lalapan: Biasanya disertakan atau dengan biaya tambahan kecil.
-
Es Teh Manis / Es Jeruk: Mulai dari SAR 8 – SAR 15 (sekitar Rp 32.000 – Rp 60.000).
Meskipun jika dirupiahkan terasa lebih mahal dibandingkan di Indonesia, harga-harga ini relatif kompetitif untuk standar restoran berkelas di Madinah yang menyajikan porsi cukup besar dan cita rasa autentik.
Jam Operasional yang Fleksibel
Memahami ritme ibadah jemaah, sebagian besar restoran Sunda di Madinah beroperasi dengan jam yang cukup panjang. Rata-rata, mereka buka dari pukul 11.00 pagi hingga 01.00 dini hari waktu setempat. Beberapa bahkan buka lebih awal untuk melayani makan siang setelah jemaah kembali dari Masjid Nabawi.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah setelah salat Dzuhur atau Isya, di mana banyak jemaah memilih untuk makan di luar. Pada akhir pekan, terutama Jumat malam dan Sabtu, restoran-restoran ini biasanya lebih ramai, sehingga sedikit kesabaran mungkin diperlukan untuk mendapatkan tempat duduk.
Informasi Penting untuk Peziarah
-
Lokasi Strategis: Sebagian besar restoran Sunda terkonsentrasi di sepanjang jalan raya utama di daerah Markazia (pusat pertokoan) dan sekitar Hotel Abu Marwa. Banyak di antaranya yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari hotel-hotel yang berada di kawasan tersebut.
-
Metode Pembayaran: Hampir semua restoran menerima pembayaran tunai (Real Saudi) dan kartu kredit/debit internasional.
-
Fasilitas: Restoran umumnya menyediakan area duduk yang nyaman untuk keluarga dan pria lajang, serta fasilitas toilet dan tempat wudhu yang bersih.
-
Tips: Jika berkunjung bersama rombongan besar, disarankan untuk datang lebih awal atau memesan tempat terlebih dahulu, terutama saat musim puncak umrah dan haji.
Bagi para peziarah Indonesia yang tengah melaksanakan ibadah di Madinah, menyempatkan diri untuk bersantap di restoran Sunda bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan biologis. Ini adalah sebuah perjalanan singkat kembali ke akar budaya, sebuah pengalaman yang menghangatkan hati di sela-sela kekhusyukan beribadah di tanah yang penuh berkah. Di sinilah, di kota suci yang jauh dari rumah, rasa Nusantara hadir menemani.