RAMADHAN SEBAGAI PEMBERSIH JIWA
Bulan Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus dari fajar hingga maghrib tetapi juga menjadi waktu khusus untuk membersihkan jiwa dari sifat negatif dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Selama bulan ini umat Islam didorong untuk meningkatkan kesadaran spiritual dengan cara menahan diri dari perilaku yang dapat merusak batin serta memperbanyak ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah.
Secara spiritual puasa Ramadhan berfungsi sebagai detoks batin yang membantu seseorang mengendalikan hawa nafsu dan emosi sehingga muncul kesadaran diri yang lebih tinggi. Dengan menahan dari makan dan minum sekaligus menahan perbuatan tercela seperti kemarahan atau iri hati, seorang mukmin turut membersihkan hati dari sifat yang menghancurkan ketakwaan.
Selama Ramadhan umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir istighfar membaca Al Qur’an, shalat tarawih, dan doa sebagai bentuk perbaikan kualitas hubungan spiritual. Aktivitas ibadah yang meningkat tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah tetapi juga membantu menanamkan sifat seperti sabar rendah hati dan syukur yang memperkuat jiwa dari dalam.
Dalam makna yang lebih dalam Ramadhan disebut sebagai bulan amal dimana amalan baik memiliki ganjaran yang dilipatgandakan. Hal ini membantu seorang Muslim untuk lebih fokus pada peningkatan moral serta tingkah laku yang baik sehingga pola pikir dan tindakan sehari-hari menjadi lebih positif.
Dengan demikian Ramadhan merupakan momentum istimewa pembersihan jiwa dan pembentukan karakter yang lebih baik. Ibadah puasa, dilengkapi dengan refleksi diri dan pengendalian hawa nafsu, mengarahkan seorang mukmin keluar dari kebiasaan buruk dan memasuki kehidupan yang lebih bersih, sabar, dan dekat dengan Allah SWT.
Sumber : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6654885/ramadhan-sebagai-pembersih-jiwa