SELESAIKAN URUSAN MUAMALAH DI DUNIA, JANGAN DIBAWA HINGGA AKHIRAT
Islam mengajarkan bahwa dosa yang berkaitan dengan hak Allah memiliki pintu taubat yang luas. Seorang hamba yang benar-benar menyesal, meninggalkan dosa, dan memohon ampun kepada Allah memiliki harapan besar untuk mendapatkan ampunan-Nya. Allah berfirman, “Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 37). Hal ini menunjukkan luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
Namun, perkara menjadi berbeda ketika dosa tersebut menyangkut hak manusia. Kezaliman terhadap orang lain tidak cukup diselesaikan hanya dengan beristighfar kepada Allah. Jika seseorang mengambil harta orang lain, menyakiti, mencela, merusak kehormatan, atau melakukan bentuk kezaliman lainnya, maka hak tersebut harus diselesaikan dengan orang yang dizalimi. Sebab, urusan yang belum selesai di dunia dapat menjadi perkara yang berat ketika manusia berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat.
Rasulullah ﷺ mengingatkan, “Jauhilah kezhaliman karena kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2447 dan Muslim no. 2578). Beliau juga mengingatkan agar seseorang yang pernah menzalimi saudaranya segera meminta kehalalan sebelum datang suatu hari ketika dinar dan dirham tidak lagi berguna. Pada hari itu, penyelesaian hak dapat terjadi dengan berpindahnya pahala seseorang kepada orang yang pernah dizaliminya.
Karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, hendaknya seseorang tidak menunda menyelesaikan urusan dengan manusia. Jika pernah mengambil hak orang lain, kembalikan. Jika pernah menyakiti, mintalah maaf. Jika pernah merugikan, berusahalah menggantinya. Meminta maaf memang terkadang terasa berat karena membutuhkan kerendahan hati, tetapi menyelesaikannya di dunia jauh lebih ringan daripada membiarkannya menjadi perkara yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat.
Jika seseorang telah bersungguh-sungguh meminta maaf, mengembalikan hak, dan berusaha memperbaiki kezalimannya, tetapi orang tersebut tetap tidak mau memaafkan, maka urusannya dikembalikan kepada Allah. Yang terpenting, jangan sengaja membawa hak manusia sampai akhirat. Selagi masih ada kesempatan, selesaikanlah utang, kembalikanlah hak, mintalah maaf, dan perbaikilah hubungan. Sebab dunia adalah tempat untuk memperbaiki kesalahan, sedangkan akhirat adalah tempat manusia mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat.
Sumber : https://muslimafiyah.com/selesaikan-semua-urusan-muamalah-di-dunia-jangan-bawa-hingga-akhir
at.html