Berita / UTBAH BIN GHAZWAN, SAHABAT NABI DAN PENDIRI KOTA BASRAH
13 Oct 2026

UTBAH BIN GHAZWAN, SAHABAT NABI DAN PENDIRI KOTA BASRAH

Image UTBAH BIN GHAZWAN, SAHABAT NABI DAN PENDIRI KOTA BASRAH News

Utbah bin Ghazwan radhiyallahu 'anhu merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang termasuk golongan awal memeluk Islam. Ia dikenal sebagai sosok pemberani yang mengabdikan hidupnya untuk Islam sejak masa awal dakwah di Makkah. Utbah termasuk orang ketujuh yang masuk Islam menurut sejumlah catatan sejarah. Ketika kaum Muslimin menghadapi tekanan dan penyiksaan dari kaum Quraisy, ia turut berhijrah ke Habasyah demi menyelamatkan keimanannya. Setelah itu, ia kembali dan melanjutkan perjuangan bersama Rasulullah ﷺ hingga berhijrah ke Madinah.

Utbah bin Ghazwan turut mengambil bagian dalam berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Ia berjuang bersama Rasulullah ﷺ dalam sejumlah peperangan, termasuk Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Keikutsertaannya dalam perjuangan tersebut menunjukkan keteguhan iman dan kesediaannya berkorban demi agama Allah. Baginya, perjuangan Islam bukan sekadar keberanian di medan perang, melainkan juga kesetiaan dalam mendampingi Rasulullah ﷺ dan membela kaum Muslimin ketika mereka menghadapi berbagai kesulitan.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, Utbah mendapatkan amanah memimpin pasukan menuju wilayah Irak. Sekitar tahun 635 M, ia memimpin ekspedisi untuk menaklukkan Ubullah, sebuah kawasan strategis yang berada di dekat jalur perdagangan dan perairan penting. Setelah berhasil menguasai wilayah tersebut, pasukannya melanjutkan operasi ke beberapa kawasan di sekitarnya. Keberhasilan ini menjadi bagian dari perluasan wilayah pemerintahan Islam pada masa Khalifah Umar, sekaligus memperlihatkan kemampuan Utbah dalam memimpin pasukan dan menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.

Salah satu warisan terbesar Utbah bin Ghazwan adalah perannya dalam pendirian dan pembangunan kota Basrah di Irak. Kota ini kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan keilmuan Islam yang penting. Setelah diangkat menjadi gubernur Basrah, Utbah tidak hanya bertanggung jawab atas urusan pemerintahan, tetapi juga harus memastikan masyarakat dapat hidup dengan baik. Meskipun memiliki kedudukan tinggi, ia dikenal dalam berbagai kisah sejarah karena kesederhanaan dan sikapnya yang tidak menjadikan jabatan sebagai sarana untuk mengejar kemewahan dunia. Ia bahkan pernah meminta Khalifah Umar agar dibebaskan dari tugas pemerintahan, tetapi permintaannya tidak dikabulkan.

Utbah bin Ghazwan wafat pada tahun 17 H atau sekitar 638 M menurut sejumlah sumber sejarah. Perjalanan hidupnya memberikan pelajaran tentang keberanian, pengorbanan, tanggung jawab, dan kesederhanaan. Ia tidak hanya dikenang sebagai sahabat Nabi ﷺ yang turut berjuang pada masa awal Islam, tetapi juga sebagai pemimpin yang berperan dalam perkembangan kota Basrah. Kisahnya mengingatkan kita bahwa kedudukan dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kemuliaan seseorang bukan semata-mata ditentukan oleh jabatan yang dimilikinya, melainkan juga oleh pengabdian, keteguhan iman, dan tanggung jawab yang ia tunaikan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Utbah_bin_Ghazwan

 

Whatsapp Chat Admin