MENGENAL HAJI QIRAN: MENGGABUNGKAN HAJI DAN UMRAH SEKALIGUS DALAM SATU NIAT
Setelah mengulas Haji Tamattu’ dan Haji Ifrad, sekarang saatnya kita membahas jenis manasik yang ketiga, yaitu Haji Qiran.
Jika Haji Tamattu’ memisahkan umrah dan haji dengan jeda istirahat, dan Haji Ifrad mendahulukan haji baru umrah, maka Haji Qiran mengambil jalur "satu paket langsung". Jenis haji ini memiliki keistimewaan yang luar biasa karena merupakan metode yang dipilih oleh Rasulullah ﷺ sendiri.
Yuk, kita pelajari konsep Haji Qiran dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami!
Apa Sih Haji Qiran Itu?
Secara bahasa, Qiran artinya menggabungkan atau menyertakan. Dalam konteks ibadah ke Tanah Suci, Haji Qiran adalah ketika seorang jemaah melaksanakan ibadah umrah dan ibadah haji secara bersamaan dalam satu niat dan satu rangkaian gerakan.
Jadi, urutan praktisnya adalah:
-
Saat berada di Miqat, jemaah langsung berniat untuk haji sekaligus umrah. Kalimat talbiyahnya berbunyi: "Labbayka Hajjan wa 'Umratan" (Aku penuhi panggilan-Mu untuk berhaji dan berumrah).
-
Setibanya di Makkah, jemaah melakukan Tawaf Qudum (tawaf selamat datang) dan boleh dilanjutkan dengan Sai.
-
Setelah Sai selesai, jemaah TIDAK BOLIEH potong rambut (tahallul).
-
Jemaah wajib terus memakai pakaian ihram dan menjaga semua larangannya sampai seluruh puncak haji (Arafah, Muzdalifah, Mina) selesai pada tanggal 10 Zulhijah.
-
Ketika jemaah melakukan prosesi haji, secara otomatis ibadah umrahnya sudah ikut selesai dan terhitung di dalamnya.
Dasar Hukum dan Dalil Shahih
Haji Qiran adalah metode yang sangat istimewa karena dipraktikkan langsung oleh Rasulullah ﷺ saat Haji Wada’, disebabkan saat itu beliau membawa hadyu (hewan kurban) dari Madinah.
Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَحَجًّا
“Aku mendengar Rasulullah ﷺ mengucapkan: ‘Labbayka 'Umratan wa Hajjan’ (Aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah dan haji).” (HR. Bukhari & Muslim)
Alur Singkat Pelaksanaan Haji Qiran
Agar tidak bingung membedakannya dengan jenis haji lain, mari kita lihat tabel alur prosesi Haji Qiran berikut:
| Tahapan | Kegiatan Utama | Status Pakaian & Aturan Ihram |
| 1. Niat di Miqat | Berniat menggabungkan haji dan umrah sekaligus. | Mulai terikat aturan dan larangan ihram. |
| 2. Tiba di Makkah | Melakukan Tawaf Qudum dan Sai (Opsional untuk cicil Sai haji). | Tetap memakai ihram. Tidak boleh tahallul/potong rambut. |
| 3. Masa Tunggu | Menanti hari wukuf di hotel/maktab dengan memperbanyak zikir. | Ujian Kesabaran! Tetap memakai ihram dan wajib menjaga semua larangannya. |
| 4. Puncak Haji (9-13 Zulhijah) | Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah & Mina, Lempar Jumrah, Tawaf Ifadhah. | Ihram baru dilepas setelah Tahallul (potong rambut) pada tanggal 10 Zulhijah. |
Kelebihan dan Tantangan Haji Qiran
Sama seperti dua metode sebelumnya, Haji Qiran juga memiliki karakteristik tersendiri yang perlu dipahami:
1. Kelebihan: Praktis dan Mengikuti Sunnah Utama Rasulullah ﷺ
Jemaah tidak perlu melakukan dua kali tawaf dan dua kali sai secara terpisah (menurut pendapat mayoritas ulama, satu tawaf dan satu sai sudah cukup untuk haji dan umrahnya). Selain itu, ada keberkahan tersendiri karena mengikuti cara haji yang dilakukan oleh Nabi ﷺ.
2. Tantangan: Harus Menahan Larangan Ihram Cukup Lama & Wajib Bayar Dam
-
Durasi Ihram: Sama seperti Haji Ifrad, jemaah Qiran harus super sabar karena tidak boleh melepas kain ihram dan harus menjaga semua larangannya sejak tiba di Makkah sampai puncak haji selesai.
-
Wajib Bayar Dam (Denda Syukur): Karena jemaah mendapatkan keuntungan berupa dua ibadah (haji & umrah) selesai dalam satu waktu sekaligus, jemaah wajib menyembelih seekor kambing sebagai Dam, mirip seperti jemaah Haji Tamattu’.
Siapa yang cocok mengambil Haji Qiran?
Metode ini sangat cocok untuk jemaah yang waktu kedatangannya di Makkah sudah sangat dekat dengan hari wukuf (misalnya tanggal 7 atau 8 Zulhijah), namun tetap ingin mendapatkan pahala haji dan umrah sekaligus dalam satu waktu yang singkat.
Kesimpulan
Haji Qiran adalah bentuk efisiensi ibadah yang indah dalam Islam. Ia memadukan niat umrah dan haji ke dalam satu waktu. Meski menuntut ketahanan fisik dan mental yang kuat untuk menjaga ihram, pahala dan keutamaan mencontoh langsung cara berhaji Rasulullah ﷺ tentu menjadi ganjaran yang tak ternilai harganya.