MENJAGA LISAN AGAR SELALU BERBICARA BAIK
Lisan adalah salah satu nikmat Allah yang sering kali diremehkan, padahal setiap perkataan yang keluar darinya akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang Muslim diperintahkan untuk menjaga ucapannya dan berkata dengan perkataan yang benar, baik, serta bermanfaat. Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 70, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa keselamatan seorang Muslim sangat berkaitan dengan lisannya. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” Hadits ini mengajarkan bahwa diam terkadang jauh lebih baik daripada mengucapkan sesuatu yang tidak bermanfaat atau bahkan membawa dosa.
Di antara perkara yang harus dihindari adalah ghibah, yaitu membicarakan saudara kita dengan sesuatu yang ia tidak sukai. Bahkan jika apa yang kita katakan itu benar, tetap termasuk ghibah. Jika ternyata yang dibicarakan tidak benar, maka hal itu menjadi kedustaan terhadap saudara kita.
Karena itu, seorang Muslim hendaknya membiasakan diri untuk berpikir sebelum berbicara. Apakah perkataan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah memang perlu disampaikan? Jangan sampai sebuah ucapan yang dianggap ringan justru menyakiti hati orang lain, menimbulkan permusuhan, atau menjadi sebab seseorang mendapatkan dosa.
Menjaga lisan bukan berarti harus selalu diam, tetapi belajar menggunakan lisan hanya untuk sesuatu yang baik. Sebab setiap kata memiliki konsekuensi, dan apa yang kita anggap sepele bisa jadi sangat berat di sisi Allah. Maka sebelum berbicara, pikirkan terlebih dahulu; jika perkataan itu baik, sampaikan. Jika tidak, diamlah.
Sumber : https://almanhaj.or.id/3197-menjaga-lisan-agar-selalu-berbicara-ba
ik.html