MENGENAL HAJI TAMATTU': PILIHAN IBADAH HAJI YANG SANTUN DAN PENUH KEMUDAHAN
Bagi umat Muslim yang berkesempatan pergi ke Tanah Suci, ibadah haji adalah impian terbesar seumur hidup. Namun, tahukah Anda bahwa ada tiga cara untuk melaksanakan ibadah haji? Tiga cara tersebut adalah Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu’.
Di antara ketiganya, Haji Tamattu’ adalah jenis haji yang paling sering dipilih oleh jemaah asal Indonesia. Mengapa demikian? Yuk, kita bedah bersama dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami!
Apa Sih Haji Tamattu’ Itu?
Secara bahasa, Tamattu’ artinya bersenang-senang atau memanfaatkan kemudahan. Eits, jangan salah paham dulu! Maksud "bersenang-senang" di sini adalah jemaah bisa menikmati jeda waktu santai tanpa aturan ihram yang ketat di antara ibadah umrah dan haji.
Jadi, urutan praktisnya seperti ini:
-
Jemaah datang ke Makkah di bulan-bulan haji (Syawal, Dzulkadah, atau Zulhijah).
-
Jemaah melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu sampai selesai (potong rambut/tahallul).
-
Setelah umrah selesai, jemaah lepas pakaian ihram dan boleh memakai pakaian biasa, serta bebas dari larangan ihram (bisa jalan-jalan, memakai wewangian, dll).
-
Ketika tanggal 8 Zulhijah tiba, jemaah baru pakai ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji sampai selesai.
Mengapa Haji Tamattu' Diperbolehkan? Ini Dalilnya!
Pilihan cara haji ini bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan langsung dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dan tertulis di dalam Al-Qur'an.
1. Dasar dari Al-Qur'an
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 196:
فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ
“...Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat...”
2. Dasar dari Hadis Shahih
Dahulu, saat peristiwa Haji Perpisahan (Haji Wada’), Rasulullah ﷺ bahkan menyuruh para sahabatnya yang tidak membawa hewan kurban dari rumah untuk mengubah niatnya menjadi Haji Tamattu’.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“...Maka barangsiapa di antara kalian yang tidak membawa hadyu (hewan kurban), hendaklah ia bertahallul (potong rambut setelah umrah) dan menjadikannya sebagai umrah (Haji Tamattu’).”
Alur Singkat Pelaksanaan Haji Tamattu’
Agar lebih mudah dibayangkan, mari kita lihat tabel tahapan berikut:
| Tahapan | Kegiatan Utama | Status Pakaian & Aturan |
| 1. Umrah Pertama | Niat ihram di Miqat, Tawaf, Sai, dan potong rambut. | Wajib pakai baju ihram & jaga larangan. |
| 2. Masa Tunggu | Istirahat di hotel Makkah, ibadah bebas di Masjidil Haram. | Bebas! Boleh pakai baju biasa dan parfum. |
| 3. Mulai Haji (8 Zulhijah) | Niat haji dari hotel, berangkat ke Mina/Arafah. | Kembali pakai baju ihram & jaga larangan. |
| 4. Puncak Haji (9-13 Zulhijah) | Wukuf di Arafah, menginap di Muzdalifah/Mina, lempar jumrah. | Ihram sampai selesai Tahallul (potong rambut haji). |
Kenapa Haji Tamattu' Sangat Cocok untuk Jemaah Indonesia?
Alasan utamanya adalah faktor fisik dan kenyamanan. Jemaah Indonesia biasanya tiba di Makkah berminggu-minggu sebelum puncak ibadah haji dimulai.
-
Jika memilih Haji Ifrad (Haji dulu baru Umrah): Jemaah harus terus memakai pakaian ihram dan menjaga semua larangannya selama berminggu-minggu sejak pertama kali datang. Tentu ini sangat berat dan melelahkan.
-
Dengan Haji Tamattu’: Jemaah punya "waktu jeda" untuk menghemat energi. Setelah umrah selesai, mereka bisa hidup normal di Makkah, menjaga stamina, dan baru fokus berihram lagi saat puncak haji tiba.
Konsekuensi Haji Tamattu’:
Sebagai rasa syukur atas kemudahan yang diberikan Allah, jemaah Haji Tamattu’ diwajibkan membayar Dam (denda syukur) berupa menyembelih seekor kambing di Makkah. Jika tidak mampu, bisa diganti dengan berpuasa selama 10 hari (3 hari di tanah suci, 7 hari setelah pulang ke tanah air).
Kesimpulan
Haji Tamattu’ adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang fleksibel dan tidak memberatkan umatnya. Dengan memilih jalur ini, jemaah bisa menjaga kondisi fisik tetap prima sehingga ibadah wajib di Arafah dan Mina nanti bisa berjalan dengan khusyuk dan lancar.