PENYAKIT ‘AIN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI, INI YANG HARUS DIWASPADAI
Penyakit ‘ain merupakan salah satu perkara yang dikenal dalam ajaran Islam. Secara umum, ‘ain diartikan sebagai pengaruh buruk yang muncul akibat pandangan seseorang yang disertai rasa iri, dengki, atau kekaguman berlebihan sehingga memberikan dampak negatif kepada orang yang dipandang. Dalam berbagai hadis shahih, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa ‘ain adalah sesuatu yang nyata dan dapat terjadi atas izin Allah.
Di kehidupan sehari-hari, pembahasan tentang ‘ain sering muncul ketika seseorang tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan, kehilangan semangat, atau tertimpa musibah tanpa sebab yang terlihat jelas. Meski demikian, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk tidak meninggalkan ikhtiar yang bersifat syar’i maupun medis. Islam mengajarkan agar setiap penyakit atau musibah disikapi dengan tawakal kepada Allah serta usaha yang sesuai.
Salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan ‘ain adalah rasa hasad atau iri terhadap nikmat yang dimiliki orang lain. Karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hati dari dengki. Ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, seorang Muslim dianjurkan untuk mendoakan keberkahan dan mengingat Allah agar tidak menimbulkan mudarat bagi orang lain.
Untuk melindungi diri dari gangguan ‘ain, para ulama menganjurkan memperbanyak zikir pagi dan petang, membaca Al-Qur’an, khususnya surah-surah perlindungan seperti Al-Falaq dan An-Nas, serta senantiasa memohon penjagaan kepada Allah. Selain itu, menjaga kerendahan hati dan tidak berlebihan dalam menampilkan nikmat kepada orang lain juga menjadi salah satu bentuk kehati-hatian yang diajarkan dalam Islam.
Pada akhirnya, keyakinan terhadap adanya ‘ain tidak boleh membuat seseorang berlebihan dalam prasangka atau mengabaikan sebab-sebab yang nyata. Seorang Muslim hendaknya menyeimbangkan antara keyakinan terhadap perkara gaib yang diajarkan syariat dengan ikhtiar yang benar, sambil terus memperkuat keimanan dan memohon perlindungan kepada Allah سبحانه وتعالى dari segala keburukan yang tampak maupun yang tidak tampak.
Sumber : https://www.dompetdhuafa.org/penyakit-ain/