Berita / PERTEMPURAN KHANDAQ: STRATEGI, UJIAN, DAN KEMENANGAN TANPA PERTEMPURAN BESAR
07 Apr 2026

PERTEMPURAN KHANDAQ: STRATEGI, UJIAN, DAN KEMENANGAN TANPA PERTEMPURAN BESAR

Image PERTEMPURAN KHANDAQ: STRATEGI, UJIAN, DAN KEMENANGAN TANPA PERTEMPURAN BESAR News

Pertempuran Khandaq, yang juga dikenal sebagai Perang Ahzab, terjadi pada tahun 5 Hijriyah atau 627 Masehi di sekitar Madinah. Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam karena mempertemukan kaum Muslimin dengan pasukan sekutu besar yang terdiri dari berbagai kabilah Arab dan kelompok Yahudi. Jumlah pasukan lawan mencapai sekitar 10.000 orang, sementara kaum Muslimin hanya sekitar 3.000 orang, sehingga kondisi saat itu sangat tidak seimbang.

Nama "Khandaq" berasal dari strategi utama yang digunakan dalam perang ini, yaitu "menggali parit sebagai benteng pertahanan." Ide ini diusulkan oleh Salman Al-Farisi dan menjadi sesuatu yang belum pernah dikenal oleh bangsa Arab saat itu. Parit ini berhasil menghalangi pasukan musuh untuk masuk ke Madinah, sehingga serangan langsung tidak bisa dilakukan.

Latar belakang terjadinya perang melibatkan persekutuan antara kaum Quraisy, suku-suku Arab, dan sebagian kelompok Yahudi yang merasa terancam dengan perkembangan Islam di Madinah. Tujuan mereka adalah menghancurkan kaum Muslimin sambil membalas kekalahan sebelumnya.

Pengepungan berlangsung sekitar 27 hari dalam kondisi berat bagi kaum Muslimin. Mereka menghadapi tekanan eksternal dan tantangan internal seperti ketakutan serta pengkhianatan. Melalui kesabaran, strategi matang, dan keteguhan iman, kaum Muslimin mampu bertahan tanpa pertempuran besar langsung.

Pada akhirnya, "pasukan sekutu gagal menembus pertahanan dan memilih mundur." Peristiwa ini membuktikan bahwa kemenangan bergantung pada strategi, persatuan, dan pertolongan ilahi, bukan hanya kekuatan fisik.

Whatsapp Chat Admin