Berita / ANGGAPAN SIAL (TATHAYYUR) ADALAH KESYIRIKAN
25 Aug 2025

ANGGAPAN SIAL (TATHAYYUR) ADALAH KESYIRIKAN

Image ANGGAPAN SIAL (TATHAYYUR) ADALAH KESYIRIKAN News

ANGGAPAN SIAL (TATHAYYUR) ADALAH KESYIRIKAN

Dalam ajaran Islam, munculnya perasaan sial karena suatu pertanda yang sebenarnya tak memiliki hubungan sebab-akibat dengan nasib disebut tathayyur (atau thiyarah). Rasulullah ﷺ dalam hadits yang disampaikan Abdullah bin Mas’ud ﷺ bersabda:

“Tathayyur adalah kesyirikan, tathayyur adalah kesyirikan, tathayyur adalah kesyirikan...”
Beliau juga menyebut bahwa Allah menghilangkannya melalui tawakkal (ketawakkalan kepada-Nya). Ini menunjukkan betapa kuatnya larangan terhadap pengaitan nasib atau kesialan dengan pertanda tertentu yang tidak ilmiah maupun syar’i.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa tathayyur berarti “perasaan sial karena sesuatu yang terlihat atau terdengar”. Sementara Al-Qarafi membedakan antara tathayyur (sangkaan buruk dalam hati) dan thiyarah (perbuatan berdasarkan sangkaan itu, seperti lari dari situasi tertentu). Jadi, tathayyur mencakup sejauh mana keyakinan dalam hati, sedangkan thiyarah adalah respon fisiknya.

Contoh dan Akibat Tathayyur

Contoh sederhana tathayyur adalah ketika seseorang melihat cicak jatuh saat hendak keluar rumah lalu merasa sial sehingga membatalkan niatnya—ini disebut thiyarah dan termasuk kesyirikan. Ulama seperti An-Nawawi menjelaskan bahwa sikap pesimis seperti ini bisa timbul dari hal-hal remeh seperti melihat burung gagak, mata berkedut, atau gelas pecah 

Dalam satu riwayat, Nabi ﷺ menyampaikan:

“Bukan dari golongan kami orang yang melakukan tathayyur atau meminta tathayyur untuknya”
yang menggarisbawahi bahwa tindakan seperti ini bahkan bisa memengaruhi keislaman seseorang 

Tathayyur: Penyangkalan Atas Ketuhanan Allah

Dengan beranggapan bahwa sesuatu yang tampak biasa dapat membawa kesialan atau keberuntungan, seseorang tanpa sadar menyandarkan kejadian tersebut kepada makhluk atau pertanda, bukan kepada Allah ﷻ. Ini melanggar prinsip tauhid, yaitu seluruh manfaat dan mudharat hanya datang dari Allah ﷻ; selain-Nya tidak memiliki kuasa atas nasib manusia.

Al-Qur'an menegaskan bahwa baik kebaikan maupun bencana adalah ketetapan Allah, meski orang-orang jahiliyah mengaitkan keduanya dengan pertanda tertentu atau makhluk tertentu, 

Solusi dan Penguat Iman Melalui Tawakkal

Islam tidak hanya melarang tathayyur, tetapi juga menawarkan solusi. Nabi ﷺ menasehati sahabat yang merasa terbebani oleh perasaan itu:

“Itu adalah sesuatu yang akan kalian temui dalam diri kalian; namun janganlah hal tersebut menjadi penghalang bagimu”.

Jika tathayyur menyebabkan seseorang membatalkan niat atau menahan diri dari melakukan sesuatu yang baik, maka ia telah melakukan perbuatan syirik. Solusinya adalah dengan mengucapkan:

“Allahumma la khaira illa khayruka, wa la tiyra illa tiyruka, wa la ilaha ghayruk.”
(“Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, tidak ada pertanda sial kecuali pertanda-Mu, dan tiada Tuhan selain-Mu”).

Dengan menguatkan tawakkal dan memperbaiki keyakinan bahwa hanya Allah yang menggenggam nasib, seorang Muslim menjauh dari kesyirikan dan memperteguh tauhidnya setiap hari.

 


 

Sumber:

  • Muslim.or.id, Anggapan Sial Karena Suatu Pertanda Adalah Kesyirikan Muslim.or.id

  • Muslim.or.id, Solusi Saat Anggapan Sial Menghampiri Muslim.or.id

  • Rumaysho.com, Beranggapan Sial Berbau Syirik Rumaysho.Com

Whatsapp Chat Admin